Sabtu, 22 September 2012

CINTA YANG SEMPURNA

Ada sepasang suami isteri, dimana sang isteri adalah wanita yang sangat amat cantik tanpa cacat sedikit pun dan suaminya sangat mencintainya, begitu juga isterinya.

Di hari² itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit dan sang isteri merasa dirinya tertular.

Wajahnya pun mulai hancur digerogoti penyakit kulit tersebut. Pada saat itu sang suami sedang berada diluar dan belum mengetahui bahwa isterinya terserang penyakit kulit tersebut.

Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yg akibatnya suami menjadi buta.


 
Dari hari ke hari sang isteri yang pada mulanya bidadari berubah menjadi wanita yang amat jelek dan meyeramkan. Namun sang suami tak bisa melihat dan kehidupan merekapun berjalan seperti biasa dengan penuh kasih sayang dan cinta seperti awal mereka menikah.

Berjalan 40 tahun sang isteri meninggal dan sang suami sangat bersedih dan merasa kehilangan sekali.

Dipemakaman, sang suami orang terakhir yg keluar dari pemakaman sang isteri. Ketika berjalan, datanglah seorang  menyapa, "pak, bapak mau kemana???
Jawab sang suami," saya Mau pulang". Mendengar jawaban tersebut, orang tersebut bersedih dengan keadaan sang suami buta dan sendiri.

Lalu orang tersebut berkata, "bukankah bpk buta dan selalu bergandengan dengan sang isteri??? Gimana sekarang bapak mau pulang sendiri???
Jawab sang suami "sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura² buta agar isteri saya tidak minder atau rendah diri, kalau saya mengetahui bahwa dia sakit dan wajahnya
berubah menjadi menakutkan".


Puji TUHAN Sungguh cinta yang berlandaskan kasih TUHAN.

PESAN MORAL:
Terima pasangan kita apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya karena kita bukan mencari orang yg sempurna tetapi bagaimana mencintai pasangan kita dengan cara yang sempurna dalam situasi da& kondisi apapun. "itulah CINTA YANG SEMPURNA".

Kamis, 20 September 2012

The Miracle of LOVE

Ini adalah kisah nyata.
Keajaiban CINTA ( The Miracle of LOVE  )



 
Kisah ini terjadi di Beijing China,
Seorang gadis bernama Yo Yi  Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah.
Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri.
Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi  Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah.
Hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“.
Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.

12 Juli 1994
Sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yang akan segera dicetak kepada Yi Mei, ia berharap Yi Mei akan datang.
Sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria bertanya “Apa yang terjadi denganmu, kau ada masalah?”
Yi Mei tersenyum semanis mungkin, ”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut…”.
Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum “Oh ya, eeemmm aku kan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah… daag“.
Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.

18 Juli 1994
Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma, Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya.
Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “Suntik Mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.

10 Desember 1994
Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir.
sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama.
Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu?… kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu,
dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?”
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor?…
Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu?… Aku tak pernah melupakan hal itu…“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?….”

Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.
“Mei… kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa?…
karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku“
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup,
Mei tolonglah, dengarkan aku Mei … bangunlah…!!

Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“ .
“Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat…!! kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu… aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei…“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli… tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“

Sahabat Yi mei berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau karena tangisan.
Dan apa yang terjadi?…. Its amazing !! ”CINTA“ bisa menyembuhkan segalanya.
7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya, organ tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban !!
Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi.
Dan sebuah mujizat lagi… masa koma lewat…. pada tgl 11 Des 1994.

14 Des 1994
Saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi.
“Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik“ sahabatnya memeluk erat Yi Mei .
Yi Mei tersenyum “Kau yang memintaku bangun, u bilang kau mencintaiku,tahukah k au aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup“
“Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu”
Lei memel uk Yi Mei “Aku sangat mencintaimu juga“.

17 Februari 1995
Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun.

Kisah ini sempat menggemparkan Beijing. ----


 
 
Dari kisah ini kita bisa belajar tentang dua hal penting: Komunikasi dan Asumsi.
Betapa banyak orang menderita hidupnya hanya karena dua hal ini, salah asumsi dan salah komunikasi.
Buang jauh-jauh asumsi, dan utamakan komunikasi.
Komunikasikan keinginan, perasaan, pikiran kita dengan sebaik mungkin entah itu di rumah, di lingkungan kerja, di sekolah, di mana pun juga.
Jika kita mampu memanfaatkan kekuatan komunikasi ini dengan baik, hidup kita akan terasa lebih mudah dan mungkin malah lebih baik.