Selasa, 03 April 2012

Aku Mencintaimu




Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan mengendarai sebuah motor.
Terjadi percakapan diantara mereka.

Cewek : Pelan-pelan, aku takut!!!

Cowok : Tidak, ini menyenangkan.

Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please..., aku takut!!!

Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat.

(Lalu si cewek memeluknya)

Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu memakainya??? Helm ini sangat menggangguku!

(Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran, sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong.

Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tahu.

Dia meminta kekasihnya berkata bahwa dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tahu itu untuk terakhir kali baginya.

Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia???

Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya???

Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dalam situasi seperti diatas motor itu???

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya

Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..

Senin, 02 April 2012

Tetap Bahagia Menjadi Orangtua Tunggal




Tarakan, Kadang menjadi orangtua tunggal bisa membuat seseorang menjadi sangat sibuk sehingga agak sedikit melupakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Namun tidak selamanya menjadi orangtua tunggal tidak menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang tetap bahagia menjadi orangtua tunggal.

Orangtua tunggal bisa tetap bahagia menjalani hidup ini dengan tetap menggunakan pendekatan yang positif. Dengan menjadikan hal-hal positif dalam hidup sebagai pemicunya, maka kebahagian tersebut juga bisa didapatkan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua tunggal agar tetap bisa bahagia, yaitu:

1. Fokus pada anak-anak.
Jika anak adalah pusat kehidupan Anda dengan sendirinya anak-anak tersebut akan mengetahui dan merespons apapun yang terjadi pada diri orangtuanya. Jika anak melihat orangtua merasa trauma, tidak nyaman atau tidak aman sendirian, anak juga akan bisa merasakan hal yang sama. Jadi cobalah untuk menikmati hidup agar sama-sama bisa merasakan kebahagiaan.

2. Mengenal diri sendiri.
Ini adalah waktu yang tepat untuk mengenal diri sendiri dan merasa nyaman dengan kesendirian. Tinggalkan segala pikiran yang negatif tentang kesendirian dan berlatihlah untuk merasa cukup nyaman dengan diri sendiri saat pergi keluar rumah. Lebih baik berpikir bahwa Anda merasa lebih suka tidak ada hubungan sama sekali dibandingkan dengan berada dalam hubungan yang buruk.

3. Libatkan anak dalam mencerminkan peran orangtua yang hilang.
Dalam hal ini bukan berarti harus menemukan pengganti dari seorang ibu atau ayah, tapi bisa dengan membuat anak dekat dengan paman, bibi atau kakek dan nenek untuk mengisi kekosongan salah satu peran orangtua.

4. Biarkan anak tahu bahwa dirinya dapat melengkapkan hidup Anda.
Jika Anda percaya bahwa Anda bisa tetap bertahan tanpa seorang laki-laki atau perempuan disamping Anda, maka anakpun akan mempercayai itu. Karena anak adalah cerminan dari apa yang dirasakan oleh orangtuanya, jika suatu saat menemukan seseorang maka itu bisa menjadi sebuah bonus bagi Anda dan anak.


5. Memahami bahwa Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi anak.
Dengan memahamai hal tersebut akan membuat orangtua tunggal merasa tidak terlalu tertekan, namun bukan berarti anak tidak bisa mendapatkan kasih sayang yang sempurna. Kasih sayang bisa didapatkan dari saudara atau orang-orang yang dekat dengan Anda.